Tentang situs

Situs ini merupakan sarana pertukaran informasi bagi para penggemar akuntansi, terutama Sistem Informasi Akuntansi dan IFRS.

Weblog ini memiliki nama yang unik. Sebetulnya, apa arti nama weblog rogonyowosukmo? Kata ini disusun dari tiga kata yang berbeda yaitu, rogo, nyowo, dan sukmo. Menurut falsafah jawa, manusia itu terdiri dari tiga elemen penyusun. Rogo (raga atau badan jasmani), nyowo (nyawa), dan sukmo (sukma atau ruh kehidupan manusia). Weblog ini saya beri nama unik ini dengan tujuan untuk mengingatkan manusia (terutama penggemar akuntansi) bahwa kita harus selalu ingat dan waspada. Ingat bahwa akuntansi adalah ilmu duniawi, manusia menggunakan akuntansi karena manusia berkepentingan dengan modal (kapitalisme) atau harta-harta duniawi. Semakin manusia berkecimpung di dunia ini, semakin manusia lupa akan hakikatnya.

Note: Jangan lupa untuk memeriksa tulisan-tulisan baru di Beranda

(dari kiri ke kanan) nyowo-sukmo-rogo

81 thoughts on “Tentang situs

  1. salam sukses..

    maaf pak ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan??

    1. Bagaimana pencatatan akuntansi yang baik jika dalam suatu perusahaan memiliki lebih dari 1 rekening atau lebih ??

    2. bagaimana solusinya pak??

    terima kasih jawaban bapak akan sangat membantu saya menyelesaikan tugas saya..

    wassalam..

  2. Salam sukses juga…

    Maksudnya rekening bank? Kalau rekening bank, maka jawabannya:

    1. Pisah rekeningnya, rekening apa untuk transaksi apa saja. Misal rekening A untuk penerimaan pembayaran piutang, rekening B untuk petty cash, dsb.
    Kemudian, untuk setiap transaksi yang berhubungan dengan kas yang ada di rekening, di jurnal harus diidentifikasi kas berasal dari rekening mana. Nanti di neraca, kas dipisah per rekening.
    2. Semoga solusi diatas bisa membantu.

    • Modul ACL hardcopy ada di rumah. Kalau Mas Van tau rumah saya, datang saja Mas… BPK kalau tidak salah menggunakan ACL dan ada training ACL kan? Saya pernah ke BPK waktu ada training ACL.
      Saya dulu pernah kuliah Audit Sistem Informasi yang salah satu bagian kuliahnya adalah Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau dalam bahasa aslinya adalah Computer Aided Audit Techniques (CAATs) menggunakan ACL.

  3. mau tanya pak. bisa minta penjelasan lebih detail lagi ttg teori akuntansi nya. apa pak handoko mempunyai materi ttg sistem pengendalian menejemen?

  4. ck ck ck ck…

    awakmu ki lho… melu-melu aku ae… hehe…

    mbiyen melu2 nang kimia…

    lah kok saiki malah melu-melu nyasar nang akuntansi ki lho…😀

    dadi dosen akuntansi to malahan??

    • Ehehehe, ketoke kimia ro akuntansi cen mirip og Mas… Tapi aku merindukan kimia! Fullmetal Alchemist! Akuntansi ilmu dinosaurus… Ahahahaha

  5. Pak Handoko,
    apa kabar? hehehe… informasi akuntansi yg bapak sgt berguna bagi kita.

    pak, saya mau nanya donk!! nih saya lg ambil s2, lg mikirin topik thesis ap yg cocok, mgkn bapak bs kasih beberapa ide yg dimana penelitianny bs membawa manfaat lebih.

    thanks be4

    salam dari mantan mahasiswa ^^

    • Wuehehehehe, mantan mahasiswanya malah udah thesis. Topiknya apa ya yang bermanfaat lebih? Kalau di sekitar sini, lagi ada masalah IAS 41: Agriculture. Pengaturan di IAS 41 malah membuat informasi akuntansi tidak memenuhi karakteristik kualitatif. Mungkin bisa diteliti, gimana pemecahan akuntansi untuk agrikultur, sehingga informasi akuntansinya memenuhi karakteristik kualitatif. Pemecahan permasalahan akuntansi untuk agrikultur ini kalo level penelitian thesis pas bgt deh. Mantap. Sukses thesisnya!

      Salam,

  6. Salam kenal Pak Han,

    Mohon diberikan penjelasan untuk income statement dan neraca sesuai PSAK 1, pada akun kepentingan pengendali dan non pengendali (apakah berlaku untuk laba/rugi konsolidasi saja, atau tidak?), bagaimana dengan jurnalnya, juga pada laba komprehensif lain, misalnya yg dulunya pendapatan/beban di luar operasi, bagaimana penyajiannya sekarang apakah masuk pendapatan lain-lain (beban lain-lain)? juga kas/bank dalam rekening valas, apakah selisih kursnya termasuk di laba rugi komprehensif lain, bagaimana jurnalnya? terima kasih sebelumnya. Sukses selalu

  7. Salam kenal,

    Mengenai pertanyaan pertama, pos pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali di laba rugi komprehensif ini menunjukkan porsi laba rugi yang diatribusikan ke kedua pihak tadi. Sehingga, mengikuti konsep bahwa penyajian informasi untuk pengambilan keputusan, maka pos-pos tadi ditampilkan ketika laporan laba rugi disajikan ke entitas induk dan entitas nonpengendali. Penyajian pos-pos ini tidak menggunakan jurnal, hanya perhitungan di laporan keuangan untuk menunjukkan porsi laba yang dapat diatribusikan ke pengendali dan nonpengendali. Misalnya pengendali 70% dari 100juta, nonpengendali 30% dari 100juta. Hanya menunjukkan itu saja.
    Mengenai pos lain2 (entah itu aset lain2, utang lain2, pendapatan lain2, ataupun beban lain2), berdasar standar akuntansi yang baru, entitas sekarang tidak boleh semudah itu membuang transaksi ke pos lain2. Sejauh pos itu material dan dapat diidentifikasi dengan jelas, lebih baik disajikan tersendiri. Misalnya aset tersedia untuk dijual, jangan ditaruh di aset lain2. Contoh lainnya pendapatan di luar operasi, jika dapat diidentifikasi, transaksi2 terkait dapat dikumpulkan dan cukup material, maka lebih baik disajikan tersendiri di bawah kategori pendapatan nonoperasi dan jangan dibuang ke pendapatan lain2.
    Mengenai kas/bank dalam valas, diakui di laba rugi (bedakan laba rugi dan laba rugi komprehensif).
    Semoga bermanfaat.

    Salam,

  8. Salam Kenal Pa Han..
    Pa Han,, aQ kn lagi kuliah mata kuliah yang aku ikuti skrang tentang Seminar Akuntansi,,aku mw presentasi disini ada bahasan mengenai standard setting : theoretical issues. didalamnya terdapat :
    > overview
    > regulation of economy activity
    > private incentives for information production
    > sourcess of market failure
    > forces limit market failure
    tpi aQ kurang mngerti apa maksud dri bahasannya ini..
    bisa tolong dibantu pa??plisss..
    mkasih y pa..😀

    • Salam kenal,
      Untuk rujukan, coba baca juga buku teori akuntansi karangan suwardjono, buku makroekonomi, dan buku teori investasi. Saya tidak bersedia menjawab dan menjelaskan secara penuh karena pertanyaan anda sifatnya tugas kuliah. Anda seharusnya mendapat proses pembelajaran di situ, sehingga saya tidak bersedia mengambil alih proses tersebut dari anda. Namun saya berikan kunci menurut sudut pandang saya.
      1. Overview, menurut saya anda seharusnya membahas mengenai kenapa diperlukan standar, apa itu standar, siapa yang menyusun standar dan kenapa harus pihak tersebut, untuk apa penyusunan standar itu. Anda bahas bagian overview ini dari sudut pandang penyusunan standar akuntansi secara umum. Kaitkan juga dengan adanya yurisdiksi bisnis dan ekonomi.
      2. Regulation of economic activity, menurut saya, jelaskan mengenai apa itu aktivitas ekonomi, kaitannya dengan sumber daya yang terbatas dan pengelolaannya, kaitkan juga dengan sistem ekonomi yang menyebabkan munculnya akuntansi sistem ekonomi berbasis pasar (liberalisme pasar/kapitalisme). Jelaskan sistem ekonomi itu seperti apa cara kerjanya (aktivitas ekonominya seperti apa) dan kaitannya dengan keterbatasan sumber daya ekonomi, sehingga diperlukan akuntansi dan akuntansi tersebut harus diregulasi dalam bentuk standar.
      3. Private incentives for information production, menurut saya, jelaskan apa manfaat penyediaan informasi bagi entitas yang menyediakannya. Kaitkan dengan dalam kondisi bahwa entitas tersebut bermain di pasar dalam pola ekonomi seperti yang dibahas di poin sebelum ini.
      4. Sources of market failure, kaitkan dengan sistem ekonomi. Kenapa ada pasar. Jelaskan jenis pasar (seperti pasar sempurna dan tidak sempurna – ada di teori investasi), mekanisme pasar seperti apa, dan apa saja yang menyebabkan pasar tidak dapat berjalan normal. Jelaskan juga akibat jika pasar tidak berjalan normal.
      5. Forces limit market failure. Karena penjelasan di poin 4, maka kegagalan pasar harus dapat diantisipasi. Jelaskan kaitan standar akuntansi dengan fungsi regulasi pasar sehingga pasar bisa berjalan normal.

    • Mohon maaf Pak, kalau buku pajak saya kurang tahu yang bagus. Setahu saya karangan Pak Mardiasmo saja yang lumayan beberapa waktu lalu.

  9. salam kenal pak Han…
    mohon bantuannya pak,sekiranya bapak berkenan untuk memberikan petunjuk mengeliminasi dan menyesuaikan dalam laporan konsolidasi perusahaan yang merger..
    jika bapak punya e-book buat petunjuk serta contoh-contoh dalam mengeliminasi dan menyesuaikan akun dalam laporan keuangan konsolidasi yang merger mohon bantuannya pak..

    • Coba kontak Ibu Ersa Triwahyuni. Link menuju weblog beliau ada di halaman beranda, sisi kanan di bawah kategori tautan.
      Nanti kalau saya temukan softcopy akan saya upload di sini.

      Salam.

      • terima kasih pak atas bantuannya,saya tunggu softcopynya pak,sembari menunggu kabar dari ibu ersa…

        wassalam…

  10. Salam…Pak, Di perusahaan tempat saya bekerja pada audit tahun buku 2009 terdapat penyisihan aset pajak tangguhan,dan pada audit tahun buku 2010 ada lagi aset pajak tangguhan sehingga terjadi kumulasi aset pajak tangguhan yang material, pertanyaan :
    Apakah aset pajak tangguhan tersebut tidak bisa dikurangi (selalu terakumulasi), bagaimana perlakuan aset pajak tangguhan agar tidak terjadi penumpukan tanpa henti. mohon pencerahannya pak…terimakasih
    wasalam

  11. wah gambare apik tenan…. ono transformer nang yogja nggeh..?? arep melu sekatenan to..?? opo mari blonjo nang beringharjo..?…he..he..

    • Maksudnya insentif seperti apa ya? Logikanya untuk jurnal hanya aset (misalnya kas atau aset lainnya) pada insentif (pendapatan lain2). Tapi saya perlu tahu insentif seperti apa yg dimaksud.

    • Pendapatan Komprehensif = Laba/rugi tahun berjalan + Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak. Secara konsep, saat ini laporan laba rugi (laporan laba rugi komprehensif) tidak hanya melaporkan laba/rugi tahun berjalan saja. Dengan adanya konsep pendapatan komprehensif lain, komponen laba/rugi tahun berjalan ditambahkan dulu dengan pendapatan komprehensif lain sehingga dihasilkan pendapatan komprehensif. Laba rugi tahun berjalan dan pendapatan komprehensif lain dapat disajikan dalam dua laporan terpisah (double step), atau satu laporan laba rugi komprehensif (single step).
      Sumber: PSAK 1 (revisi 2009)

      Semoga bermanfaat,

      Salam,

      • Mav ya pa sblmnya, ini berhubungan dengan skripsi saya.
        Nah saya kan ngebahas tentang pendapatan komprehensif tersebut, nah saya mau tanya masalah pendapatan komprehensif lain
        bisa bantu saya pa bagaimana cara menghitung adjustment to unrealized gain and loss on available for sale marketable securities dan changes in market values of certain future contract as hedge?
        Salam.

      • pak han makasih atas jawabannya
        tetapi saya mau tanya lebih detail tentang pendapatan komprehensif lain
        dimana terdapat 4 OCI yang umum
        saya mau tanya bagaimana cara menghitung keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi surat berharga tersedia-untuk-dijual (adjustments to unrealized gains and losses on available-for-sale marketable securities) dan nilai pasar dari kontrak nilai lindung (hedge) di masa depan (changes in market values of certain future contracts as hedge) ?

        • Masalah perhitungan tsb, coba cek paper yang direlease KAP seperti E&Y, PWC, Deloitte, KPMG. Di Google ada. Anda bisa membandingkan dari 4 KAP tsb, dan menggunakan perhitungan yang kira-kira paling cocok.

          Salam,

  12. Salam kenal Pak Yohanes Handoko,..
    Saya cuma seorang anak SMK jurusan Akuntansi…
    Saya sangat terkesan dengan blog bapak ini, walau saya membaca berbagai materi yang saya agak susah mengerti karena bahasanya sedikit high class..

    Pak, saya ingin bertanya sedikit,
    kan sekarang nama Neraca sudah diganti jadi Laporan posisi keuangan, apa dasar dari penggantian nama itu?
    Makasih Pak, sukses selalu🙂

    • Salam kenal,

      Seingat saya, filosofi dari perubahan istilah tersebut adalah, agar lebih mencerminkan isi laporan, yaitu menunjukkan posisi keuangan suatu entitas. Nama neraca (balance sheet) terkesan terlalu dangkal, karena laporan tersebut tidak hanya sekedar mengenai balance (aset=liabilitas+ekuitas) saja, tetapi posisi keuangan suatu entitas: posisi ekuitas, kepentingan nonpengendali, pendapatan komprehensif lain, liabilitas, goodwill, saldo laba, dll.

      Semoga bermanfaat.
      Salam,

      • Salam Pak,

        Trims atas jawabannya,
        jawaban bapak membuka cakrawala pikiran saya, dan memang benar ya kalo neraca cuma seperti timbangan yang harus sama (balance) kalo laporan posisi keuangan memang lebih pas

        sekali lagi trims pak,

        salam,

  13. Salam Pak Han,
    saya ingin bertanya tentang pendapat bapak..

    Menurut bapak, penilaian fixed asset pada saat pelaporan keuangan lebih baik dengan historical cost atau fair value pak?

    Trims sebelumnya..

    • Model revaluasi itu menggunakan fair value sebagai pengukurnya. Kalau model biaya menggunakan historical cost sebagai pengukurnya.

      Salam,

      • hmmm, gitu ya pak..
        trims banyak ya pak🙂

        pak, saya ada pertanyaan lagi, sebenarnya apa sih yang membedakan laporan laba rugi dengan laporan laba rugi komprehensif itu?
        saya ada lihat contoh yang di SAK ETAP tapi tetap gak nangkep apa maksudnya?
        truz, hak minoritas atau yang sekarang disebuh kepentingan non pengendali itu secara sederhana maksudnya apa dan contohnya apa ya pak? saya sudah baca, tapi masih belum nangkep karena bahasa penjelasan yang bagi saya high class bgt..
        trims ya pak,

        salam,

        • Laporan laba rugi komprehensif berisi laba rugi dan pendapatan komprehensif lain. Komponen laba rugi adalah pendapatan & beban, sedangkan komponen pendapatan komprehensif lain adalah perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode berjalan (misalnya, selisih revaluasi aset tetap, dampak translasi laporan keuangan). Laporan laba rugi komprehensif dapat disajikan dalam satu laporan (urutannya dari laba rugi dan dilanjutkan pendapatan komprehensif lain, sehingga hasil akhirnya adalah laba rugi komprehensif), atau dalam dua laporan terpisah (laporan laba rugi dengan hasil saldo laba rugi, kemudian saldo laba rugi ini dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif untuk menghitung laba rugi komprehensif). Untuk contoh ilustrasinya dapat dilihat di sini.
          Hak minoritas dan kepentingan non pengendali merupakan dua istilah dengan konsep yang berbeda, jadi jangan menggunakan kata “atau sekarang disebut”, karena seakan-akan ini hanya berganti nama saja. Konsep hak minoritas masih melihat jumlah mayoritas/minoritas kepemilikan pada suatu entitas. Misalnya, pada jaman dulu kalau kepemilikan kurang dari 20% maka disebut hak minoritas. Tapi prinsip entitas dalam IFRS sekarang dipertajam dengan melihat pengendalian (bukan hanya kepemilikan mayoritas/minoritas saja). Contohnya, jika entitas memiliki kurang dari 20% kepemilikan, tapi memiliki kendali atas entitas lain dalam bentuk lain (misalnya pemasok bahan baku tunggal, dapat mengendalikan keputusan dewan melalui surat penunjukan tertentu), maka entitas ini merupakan entitas pengendali. Bisa jadi, entitas memiliki 50% kepemilikan tetapi tidak mengendalikan, sehingga entitas ini merupakan entitas non-pengendali. Konsep dasarnya sudah berubah, tidak hanya istilah saja.
          Masalah istilah yang high class, itu karena anda belum terbiasa saja. Ingat, dasar dari pembuatan laporan keuangan & PSAK adalah, pengguna memiliki pengetahuan yang cukup. Perbanyak membaca literatur, perkuat prinsip akuntansi (teori akuntansi).

          Salam,

  14. Saya minta maaf pak atas kata-kata saya yang salah, trims untuk perbaikannya..

    Jawaban bapak benar2 saya pahami pak… Memang lebih jelas mendengar langsung penjelasan dari yang ikut membuat SAK
    trimakasih ya pak..

    Kiranya Tuhan membalas kebaikan bapak Yohanes..🙂

    • -____-; tidak perlu minta maaf, itu koreksi akademik, bukan kesalahan.
      Oke, terus pelajari SAK & akuntansi dengan baik & benar.

      Salam,

  15. Saya ingin bertanya lagi pak Han,
    Kenapa bapak lebih setuju kata “biaya: dari pada “beban” ?
    makasih ya pak🙂

    • Untuk mempertajam, cek lagi tulisan saya mengenai cost-kos expense-biaya. Konsep mudahnya demikian. Secara bahasa (cek buku Teori Akuntansi karangan Suwardjono), cost merupakan pengukur atas pertukaran. Misalnya, dalam film clash of the titans, Perseus akan menyeberangi sungai kematian, dan si penjaga sungai berkata: “It will cost your life”. Artinya, untuk menyeberangi sungai tersebut, pertukarannya adalah nyawa si Perseus. Dalam dialog-dialog film barat lainnya, sering kita jumpai istilah serupa. Nah, cost adalah pengukur pertukaran. Yang diukur adalah pertukaran, satuannya moneter. Contoh dalam akuntansinya: perusahaan memperoleh aqua botol 10 dengan mempertukarkan uang Rp10.000. Berapakah cost dari 10 aqua botol? Jawabannya Rp10.000. Perusahaan memperoleh gedung dengan mempertukarkan: Rp10juta untuk harga gedung, Rp5juta untuk balik nama kepemilikan. Berapakah cost gedung? Jawabannya Rp15juta, karena gedung itu diperoleh dengan mempertukarkan Rp10 juta + Rp5 Juta. Nah, sekarang kita bahas secara ilmiah. Kita tahu gravity, pengukur gaya tarik bumi dengan satuan g. Apa terjemahan dari gravity? Ya, gravitasi. Secara konvensi kebahasaan (baca PUPI: Pedoman Umum Pembentukan Istilah), jika kita tidak memiliki padanan kata dalam bahasa asing, maka istilah tersebut lebih baik kita serap sesuai dengan aturan. Gravity secara aturan diserap menjadi gravitasi. Pengukur gaya tarik bumi dengan satuan g. Dari sini kita terapkan ke bidang kita untuk istilah cost. Cost merupakan pengukur pertukaran, dengan satuan moneter. Karena kita tidak memiliki padanan kata yang pas untuk cost, maka sebaiknya cost diserap saja menjadi kos (credit menjadi kredit, post menjadi pos, maka cost menjadi kos). Kos adalah pengukur atas pertukaran, dengan satuan moneter.
      Lalu apa biaya? Bukannya terjemahan umum yang saat ini berlaku cost adalah biaya? Lihat penjelasan berikut:
      Apakah expense itu? Yakin kalau expense terjemahannya beban?
      Kalau kita lihat kegiatan usaha, mana yang lebih dulu muncul? Perusahaan mendapatkan pendapatan, kemudian beban yang muncul membebani pendapatan? Atau perusahaan mengeluarkan beban untuk mendapatkan pendapatan?
      Tentu saja perusahaan mengeluarkan dulu beban untuk mendapatkan pendapatan. Contohnya, untuk bisa berjualan siomay, seorang penjual siomay harus membeli bahan baku, mengolah siomay (tenaga kerja), di sebuah ruangan dengan lampu (bayar listrik) dan air (bayar tagihan air). Kalau penjual siomay itu tidak membeli bahan baku & membuat siomay, apakah penjual siomay itu bisa memperoleh pendapatan? Tidak bisa kan? Jadi, beban bahan baku, listrik, air itu memang harus dikeluarkan/dikorbankan untuk memperoleh pendapatan. Secara istilah Bahasa Indonesia, apakah benar, sesuatu yang memang harus kita keluarkan/lakukan/korbankan itu disebut beban?
      Beban, memiliki konotasi sesuatu yang memberatkan. Jadi, sesuatu yang memang harus kita lakukan, tidak tepat jika disebut beban. Contoh, untuk bisa hidup, kita harus makan. Apakah makan merupakan beban hidup kita? Nah, jika dikaitkan dengan akuntansi, bahan baku, tenaga kerja, dan pengeluaran lainnya, memang harus kita keluarkan untuk bisa memperoleh pendapatan. Sehingga, pengeluaran itu tidak tepat jika disebut beban, karena konotasinya membebani pendapatan. Istilah yang tepat untuk expense ini adalah biaya. Biaya adalah sesuatu yang memang harus kita korbankan untuk memperoleh sesuatu yang lain. Ingat istilah ‘jer basuki mawa bea’.
      Dari sini, maka istilah yang tepat seharusnya cost = kos (bukan biaya), expense = biaya (bukan beban).
      Dengan ini, kita akan lebih mudah memahami konsep cost of goods sold (secara umum disebut sebagai harga pokok penjualan/beban pokok penjualan).
      Apa sih cost of goods sold itu? Berikut pembuktian kemudahan penjelasan cost of goods sold menggunakan istilah yang tepat.
      Suatu perusahaan membeli goods (barang-barang) dengan mempertukarkan Rp10.000. Rp3000 untuk good (barang) A, dan Rp7000 untuk good B. Berapakah cost of good A?
      Jawab: cost adalah pengukur atas pertukaran. Untuk memperoleh good A, perusahaan mempertukarkan Rp3000. Sehingga cost of good A = Rp3000. Dari sini, cost of good B = Rp7000.
      Kemudian, good B terjual (sold). Good B ini dijual ke PT.XYZ dengan harga jual Rp15.000. Berapakah cost of goods sold? (terjemahan yang benar: berapakah kos dari barang yang terjual?, terjemahan di buku-buku akuntansi umum bahasa Indonesia: berapakah HPP?)
      Jawab: goods yang sold adalah goods B, costnya tadi Rp7000. Berarti, cost dari goods yang sold (B) adalah Rp7000.
      Lihat, betapa mudahnya logika akuntansi menggunakan bahasa yang benar. Mudah sekali.

      Kalau kurang paham, silakan tanyakan lagi. Mohon maaf agak lama membalas, saya beberapa hari ini sedang dinas & minggu depan full sibuk konsinyiring penyusunan anggaran perusahaan. Ketika ada waktu, pasti saya jawab.

      Salam,

      • Terimakasih pak Han pembahasannya, sekarang saya mengerti..
        Memang kata “beban” sangat tidak pas ya pak..
        Nanti di sekolah saya akan mensosialisasikan kata biaya dan beban ini..

        Tidak apa” pak lama balasnya, dibalas pun saya sudah sangat bersyukur.
        Semoga konsinyiring penyusunan anggaran perusahaan nya sukses pak..

        Salam sukses,🙂

  16. Pak Han, maaf ya saya banyak tanya,🙂
    Walau saya cuma seorang anak SMK, sangat banyak pertanyaan seputar akuntansi di kepala saya ini pak,
    tapi sebelum bertanya pada bapak, saya sudah googling dulu.. kalo gak puas dengan google saya baru tanya ke bapak..
    karena jawaban bapak selalu membuat saya bisa puas dan semakin jatuh cinta dengan ilmu akuntansi.

    saya tulis dulu pertanyaannya takut lupa, soalnya
    1. kita abaikan dulu IFRS, sebenarnya kapan perusahaan menggunakan SAK Etap dan kapan juga menggunakan SAK umum? soalnya ada anak perusahaan singapura di kota tempat saya tinggal, tapi masih pakai Etap.
    2. Dalam masalah akuntanbilitas publik, apa ya pak bedanya perusahaan berakuntabilitas publik dan yang non ?, bisa kasih contoh gak ya pak perusahaan yang berakuntanbilitas publik dan tidak?

    thanks before Pak Han,
    sukses kuliahnya🙂

    • Keingintahuan & pengetahuan itu tidak melekat pada strata. Bahkan Zuckerberg & Seteve Jobs drop out dari kuliah.
      Jawab:
      1. SAK ETAP digunakan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (disingkat ETAP). Artinya, jika entitas tersebut tidak memiliki akuntablitias publik & tidak diharuskan otoritas untuk menggunakan SAK Umum, maka entitas tersebut boleh memilih apakah menggunakan SAK ETAP atau SAK Umum. akuntabilitas publik itu kalau entitas tersebut memegang kepentingan orang banyak. Misalnya: perusahaan yang listed di bursa, sahamnya dimiliki orang banyak. BUMN (diharuskan juga melalui KEP Menteri BUMN tahun 2009). Entitas yang masuk kategori ETAP itu, tidak listed, dimiliki perorangan, PT yang tidak tbk, Small & Medium Enterprise, LSM.
      SAK Umum wajib digunakan oleh entitas berakuntabilitas publik, kecuali entitas tersbeut diijinkan oleh otoritas menggunakan SAK ETAP. Contoh entitas berakuntabilitas publik yang diijinkan menggunakan ETAP: BPR (Bank Perkreditan Rakyat). BPR ini memegang kepentingan banyak orang. Tapi diijinkan BI menggunakan SAK ETAP.
      2. sudah terjawab di atas.

      Salam,

      • Wah, saya sangat kagum sama Pak Han..
        Jawabannya langsung masuk dalam pikiran saya..

        Terimakasih ya Pak untuk kesediaannya menjawab pertanyaan saya ini,
        Senang sekali rasanya ada orang” seperti bapak..
        Saya pun akan berbagi seperti bapak juga mau berbagi..
        Kiranya Tuhan tambah memberkati bapak

        Salam sukses buat Pak Han,

  17. Salam Pak han,

    saya ingin bertanya lagi,
    mengapa ya dalam penggolongan akun, biaya administrasi bank masuk ke biaya operasional tapi pendapatan jasa giro masuk pendapatan lain2 ? padahal kan kedua transaksi/akun tersebut dekat ya pak, sama2 bank..

    Sukses selalu pak.

    • Penggolongan itu dari perusahaan atau dari mana? Kalau berdasar PSAK 1, pengklasifikasian pos untuk penyajian berdasarkan sifat pos tersebut. Tidak ada keharusan biaya administrasi bank masuk ke operasional & pendapatan jasa giro masuk ke pendapatan lain-lain. Namun penjelasannya sebagai berikut, biaya administrasi bank seharusnya tidak masuk ke biaya operasional (bisa masuk ke biaya administrasi & umum atau biaya bank), karena sifat dari pos tersebut bukan merupakan kegiatan operasional. Itu akan mislead untuk pembaca laporan keuangan. Sedangkan pendapatan jasa giro, sifatnya memang bukan pendapatan operasional dan jumlahnya mungkin tidak material, jadi dimasukkan ke pendapatan lain-lain tidak akan masalah.

      Salam,

      • hmm..
        ok2 pak..

        tanya lagi ya pak🙂
        Kan dalam conceptual framework, dalam constraint, salah satunya terdapat industrial pratice..
        salah satu contohnya yaitu akuntan boleh menyusun akun sesuai industrinya.
        yang saya tekankan yaitu yang di daftar akunnya..
        Saya ada baca, katanya kalo perusahaan jasa konstruksi tidak perlu membagi akun ke penggolongan seperti aset lancar, aset tetap, liabilitas lancar, dsb
        betul gak ya pak?
        kasih penjelasan ya pak Han,
        thx before🙂

        • Sebenarnya tidak perlu sejauh rerangka konseptual, penyusunan Chart of Account dalam PSAK pun tidak diatur, bahkan urutan penyajian berdasar kelancaran juga tidak diatur. Dalam PSAK 1 disebutkan bahwa biasanya di Indonesia berdasarkan kelancarannya. Namun, untuk industri/entitas tertentu diperbolehkan untuk menyajikan pos sesuai dengan pos utama atau dampak material terhadap pengguna laporan dalam pengambilan keputusan. Misalnya, Bank boleh saja menyajikan instrumen keuangan di posisi paling atas dan tidak membagi pos-posnya berdasar kelancaran. Perusahaan jasa konstruksi dan pengembang bisa saja menyajikan aset tetap propertinya di posisi paling atas, karena entitas ini kegiatan utamanya mengembangkan aset properti. Begitu penjelasannya.
          Perbaikan istilah, untuk aset memang ada istilah aset lancar. Namun liabilitas tidak ada liabilitas lancar dan liabilitas tidak lancar, karena kalau liabilitas tidak lancar kesannya nanti semacam kredit macet (utang tidak lancar – macet). Kalau liabilitas pemisahannya jangka pendek & jangka panjang (konfirmasi di PSAK).

          Salam,

  18. hmm…
    iya ya pak, kok saya tulis liabilitas lancar pula, hehe🙂

    Maaf ya pak, saya banyak bertanya..
    saya baru saja mau bertanya sesuatu, tapi bapak sudah buat di penjelasan bapak yang
    “Bank boleh saja menyajikan instrumen keuangan di posisi paling atas….”
    Instrumen keuangan itu apa ya pak penjelasan sederhananya ?

    Thx before

    Salam sukses,

  19. Pak Han, instrumen keuangan skip dulu ya, saya belum sempat baca PSAK 50-55 nya,
    btw, cara ambil di tautan nya gmana ya ?🙂 hehe

    Pak, saya mau tanya,
    IAS, ISAK itu apaan ya? sama ya dengan PSAK?
    kalo beda, tolong jelasin ya pak, maksud dan perbedaannya,

    salam sukses buat Pak Yohanes Handoko🙂

      • Thx Pak, izin nyimak dulu🙂
        Saya lagi baca tulisan2 bapak terdahulu..

        Pak, please yang ini dijelasin ya..
        maksud substance over form itu apa ya? artinya, contohnya dalam kegiatan perekonomian..
        teruz substance over form masuk conceptual framework yang mana satu ya pak?

        thx before
        salam,

        • Substance over form itu artinya secara akuntansi kita harus selalu melihat substansi ekonomik daripada bentuk hukumnya. Misalnya, secara hukum mobil dimiliki oleh PT.X, karena terbukti dari BPKB & STNK kalau mobil itu dimiliki PT.X. Tetapi, mobil itu disewa oleh PT.Y selama 90% umur manfaatnya (misalnya umur manfaat mobil 10 tahun, disewa 9 tahun), kemudian di akhir masa sewa, PT.Y memiliki opsi untuk membeli mobil. Nah, secara akuntansi, siapa yang mencatat mobil sebagai asetnya? Apakah PT.X atau PT.Y? Di sini kita gunakan substance over form (substansi mengungguli bentuk). Ini hanya satu contoh mudah dari kejadian ekonomik ketika harus menggunakan prinsip substance over form. Contoh kompleks lainnya banyak.

          Salam,

      • Lalu pak, substance over form masuk kategori conceptual framework gak ya?
        saya sih masih berpegang pada yang US GAAP, yang ada 12 dibagi dalam 3 bagian..
        Assumption, Principles and constraints..

        salam,

  20. pak han, saya mau tanya, kalau hubungannya SIA fraud sama etika itu apa ya? kan kebetulan saya ini ada tugas tentang etika, fraud, dan pengendalian intern tapi masih bingung antara fraud sama etika, mohon bantuannya🙂

    • Fraud itu jelas melanggar etika. Untuk mencegah fraud, disusunlah suatu sistem pengendalian internal. Ada 5 komponen pengendalian internal: Penilaian Risiko, Lingkungan Pengendalian, Aktivitas Pengendalian, Informasi & Komunikasi, Monitoring. Dalam 5 komponen tersebut, SIA diterapkan dalam aktivitas pengendalian, informasi & komunikasi. Menurut saya, SIA hanya salah satu pendukung sistem pengendalian internal saja.

      Salam,

  21. Salam pak han, udah lama gak ikut wordpress bapak…

    saya ada pertanyaan sederhana pak, tentang metode penilaian persediaan, kali ini tentang metode FIFO

    misalnya, di kartu persediaan ada saldo 2@100 dan 5@150, lalu dijual 3 buah
    otomatis karena FIFO, di kolom out kita buat 2@100 lalu 1@150 kan pak di kartu persediaan,
    yang saya ingin tanya, misalkan di retur satu, yang mana satu harga per unitnya ya pak, yang 100 atau 150..
    (soal UN SMK 2011/2012)

    smoga bapak paham dengan pertanyaan saya..

    trims before

    • First in First Out, artinya yang pertama masuk, terjual lebih dahulu. Kalau diretur, returnya ya yang pertama dijual waktu itu. Jadi harga per unitnya yang 100.

      Salam,

      • Salam pak,

        saya masih gak dapat pak kenapa harus yang 100 ..
        boleh tidak pak dijelaskan lebih detail atau tidak dengan kartu sediaan nya

        maaf ya pak merepotkan..

        Salam

        • Menurut saya, ada 3 barang yang keluar. First In First Out: yang pertama keluar adalah 1 barang dengan cost 100, disusul 1 barang dengan cost 100, kemudian 1 barang dengan cost 150. Barang yang dijual itu diretur 1. Kita asumsikan yang diretur itu adalah barang yang pertama keluar, yaitu dengan cost 100. Jika kemudian ada retur lagi, maka cost returnya 100 yang kedua. Untuk retur terakhir adalah barang yang terakhir keluar, 150.

          Salam,

  22. salam kenal pak…saya seorang sekretaris yang sedang kuliah s1 ambil jurusan akuntansi (nga nyambung ya pak hehe)…saat ini saya sedang membuat paper tentang properti investasi (psak 13) boleh minta saran pak, apa saja yang harus saya tampilkan dalam paper tsb. rencananya saya ingin menjadikan postingan bapak ttg properti investasi sebagai salah satu source di paper saya. minta ijin ya pak. terimakasih🙂

    • Mengenai isi paper, apa yang mau anda bahas dari PSAK 13? Isi paper kan tergantung itu. Apakah praktik penerapannya, atau pengaturan akuntansinya?
      Mengenai isi blog ini, silakan digunakan dengan baik.

      Semoga bermanfaat,

  23. SALAM KENAL PAK HANDOKO
    saya mw bertanya mengenai praktek manajemen laba.
    untuk menghitung total akrual dengan model jones modifikasi menggunakan rumus sbb:
    TAit/Ait-1=a1(1/Ait-1)+a2(∆REVit/Ait-1 -∆RECit/Ait-1)+a3(PPEit/Ait-1) +εit
    yang mw sya tanyakan bagaimana caranya pak untuk menghitung koefisien serta error termnya tersebut? mohon bantuannya pak. trims.

  24. Slamat siang,,, saya mau tanya apa ada laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan dalam bentuk angka ? karena saya cari di intenret, hanya sebatas bentuk kualitatifnya yang ada dalam laporan tahunan. saya ada tugas untuk mempresentasekan pelaporan dari akuntansi sosial . trima kasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s