Return on Capital Employed (ROCE)

Beberapa waktu lalu saya diminta untuk membuat analisis laporan keuangan sederhana dengan menggunakan sebuah rasio yang disebut dengan ROCE. Setelah melakukan pencarian di berbagai sumber, akhirnya saya berhasil membuat perhitungan dan analisis singkat menggunakan ROCE ini, dan sekarang saatnya berbagi.

ROCE merupakan rasio yang digunakan untuk melihat tingkat pengembalian operasi dari aset-aset yang didanai sendiri dan pendanaan jangka panjang. Konsep ini tercermin dalam rumus ROCE yaitu,

ROCE = EBIT/(Total Assets -Current Liabilities)

yang mana, EBIT = Earning Before Interest & Tax.

Dalam wikipedia, disebutkan rumus ROCE sebagai berikut,

ROCE = EBIT*(1-Tax)/(Total Assets -Current Liabilities)

Dalam kata lain, rumus yang disebutkan dalam wikipedia ini menggunakan EAT (Earning After Tax) sebagai pembilang.

Nah, rumus manakah yang sebaiknya digunakan? Apa yang mendasari penggunaan rumus tersebut?

Untuk tujuan melihat tingkat pengembalian operasi dari aset yang didanai sendiri & secara jangka panjang, maka pembilang yang sebaiknya digunakan adalah EBIT dan bukan EAT. Hal ini dikarenakan, perusahaan dapat beroperasi dalam tingkat interest utang dan tingkat pajak yang berbeda-beda. Sehingga, penggunaan pengembalian setelah interest dan pajak akan membiaskan informasi karena faktor ketaktentuannya.

Sebagai penyebutnya, digunakan Total Aset – Current Liabilities. Hal ini berarti ROCE digunakan untuk melihat aset yang didanai oleh investor dan melalui liabilitas jangka panjang. Dari sini terlihat bahwa ROCE dapat digunakan terutama oleh investor untuk melihat nilai tambah dari aset yang didanai dalam menghasilkan pengembalian operasi. Seringkali nilai tambah ini (relative value addedd) dapat dilihat dengan membandingkan ROCE dan WACC. Jika ROCE = WACC maka aset yang didanai tersebut tidak memberikan nilai tambah bagi investor.

Karena ROCE melihat tingkat pengembalian operasi, maka semakin tinggi hasil dari rasio tersebut, maka semakin baik tingkat pengembalian operasi dari aset yang didanai sendiri (oleh investor) dan melalui pinjaman jangka panjang. Namun, perlu dicermati jika menggunakan pembanding antar tahun, karena ROCE menggunakan total aset sebagai salah satu faktor perhitungan dalam penyebutnya.

Seperti yang kita ketahui, total aset akan terpengaruh oleh faktor depresiasi dan amortisasi. Konsekuensi logisnya, semakin lama waktu maka semakin kecil total asetnya. Jika penyebut dalam suatu pembagian lebih kecil dari pembilangnya, maka hasil pembagian tersebut tentunya akan semakin besar. Hal ini mengakibatkan pembandingan ROCE antar tahun menjadi bias. ROCE seakan-akan naik padahal penyebabnya adalah turunnya nilai buku total aset karena depresiasi dan amortisasi, dan bisa jadi penerimaan operasi tidak berubah.

Kurang lebihnya sekian dulu penjelasan mengenai rasio keuangan ROCE. Semoga dapat dilanjutkan lagi lain waktu.

Semoga bermanfaat.

Sumber online:

http://en.wikipedia.org/wiki/Return_on_capital_employed

http://www.accountingformanagement.com/return_on_capital_employed.htm

http://www.financescholar.com/return-capital-employed.html

http://www.tradingonlinemarkets.com/Articles/fundamental_analysis/ROCE_Ratio.htm

http://www.bilfinger.com/C1257127006873DA/CurrentBaseLink/W26MMN7F522MARSEN

http://www.wisegeek.com/what-is-a-return-on-capital-employed.htm

2 thoughts on “Return on Capital Employed (ROCE)

  1. Mau tanya selain link yang diatas apakah ada pembahasan lain mengenai Return on Capital Employed? karena ini bahan materi skripsi saya, makasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s