Pembalikan Rugi Penurunan Nilai Goodwill Melalui Cash Generating Unit?

Tulisan ini didasarkan pada pertanyaan yang muncul dalam kelas PSAK 48: Penurunan Nilai. Untuk memahami penjelasan di bawah ini, harap dipahami dulu konsep goodwill berdasarkan IFRS, dan bagaimana menguji penurunan nilai goodwill.

Lima konsep di bawah ini akan digunakan untuk menjelaskan permasalahan:

  1. Cash generating unit hanya merupakan alat alokasi impairment. Tujuan dari cash generating unit adalah sebagai alat mengelompokkan dan memperhitungkan impairment dari aset2 yang tidak memiliki value in use yang berdiri sendiri (cash flow dari pemakaian tidak berdiri sendiri, misalnya PC akan menghasilkan cash flow jika digabung dengan aset-aset lainnya).
  2. Jika ada impairment (recoverable amount lebih rendah dari carrying amount), maka yang turun nilainya adalah aset2 yang ada di dalam cash generating unit. Begitu juga jika ada kenaikan recoverable amount maka yang naik adalah aset2 yang ada di dalam cash generating unit. Bukan cash generating unitnya.
  3. Sesuai konsep, jika aset sebelumnya belum diturunkan nilainya, maka ketika diperhitungkan dan recoverable amount lebih tinggi hal ini tidak diakui. Impairment dilakukan jika dan hanya jika recoverable amount lebih rendah dari carrying amount.
  4. Alokasi impairment dalam cash generating unit pertama untuk goodwill, kedua dibagi pro rata ke aset2 di dalam cash generating unitnya.
  5. Goodwill tidak dipulihkan nilainya

Kasus: Dalam suatu cash generating unit, terdapat Goodwill senilai Rp1000. Selain Goodwill juga terdapat Aset Tetap Rp2000 dan Aset Takberwujud Rp3000.

Pada tahun pertama diuji penurunan nilai atas aset2 dalam cash generating unit. Namun uji penurunan nilai dilakukan pada cash generating unit, karena aset2 ini (goodwill, aset tetap dan aset takberwujud) value in usenya tidak dapat ditentukan secara independen (lihat konsep 1).

Diketahui Fair Value Less Cost to Sell dari cash generating unit adalah Rp500 sedangkan Value in Use sebesar Rp1000. Carrying Amount dari cash generating unit adalah Rp6000 (Rp1000 Goodwill, Rp2000 Aset Tetap, Rp3000 Aset Takberwujud). Perlu dicermati lagi, walaupun dalam menilai impairment costnya digabung dalam cash generating unit, tetapi impairment dilakukan pada tiap-tiap aset dalam cash generating unit. Cash generating unit tidak diimpair (lihat konsep 1).

Dari kasus di atas diketahui bahwa goodwill mengalami impairment sebesar Rp1000 sedangkan aset lainnya tidak mengalami impairment. Ingat konsep 1, cash generating unit hanya alat alokasi. Ingat juga konsep 2, yang turun nilainya asetnya. Impairment goodwill Rp1000 didapat dari alokasi impairment dalam cash generating unit.

Pada tahun pertama goodwill dalam cash generating unit ini sudah habis nilainya (Rp1000 – Rp1000).

Pada tahun kedua, dilakukan impairment test lagi atas aset yang masih ada (aset tetap dan aset takberwujud). Perhitungannya dilakukan melalui cash generating unit, karena aset tetap dan aset takberwujud ini value in usenya tidak dapat ditentukan secara independen. Diketahui ternyata recoverable amount cash generating unit naik menjadi Rp6000. Ingat konsep 2, recoverable amount Rp6000 ini merupakan kenaikan recoverable amount dari aset tetap dan aset takberwujud dan bukan dari cash generating unit. Sehingga carrying amount aset tetap Rp2000 dan aset takberwujud Rp3000, dan recoverable amountnya naik (jika dihitung secara prorata: aset tetap Rp2000/5000*6000, dan aset takberwujud sebesar Rp3000/5000*6000).

*Jangan anggap bahwa Rp6000 ini merupakan kenaikan Rp1000 dari cash generating unit yang nilainya Rp5000. Sekali lagi ke konsep 1. Cash generating unit hanya alat alokasi. Dampaknya, kenaikan Rp1000 ini bukan pemulihan nilai goodwill karena goodwill tidak dipulihkan nilainya. Lihat konsep 5.

Kembali lagi ke penyelesaian kasus. Pada tahun pertama, aset tetap dan aset takberwujud belum diturunkan nilainya, karena sebelumnya yang turun nilainya hanya goodwill. Sehingga, kenaikan recoverable amount dari aset tetap dan aset takberwujud ini tidak diakui. Lihat konsep 3.

Sehingga, saya tekankan lagi, kenaikan recoverable amount pada tahun kedua ini bukan kenaikan recoverable amount dari cash generating unit. Jangan kaitkan kejadian impairment pada tahun pertama dan kenaikan nilai pada tahun kedua. Karena, pada tahun pertama yang turun nilainya adalah goodwill yang mana penurunan nilainya dihitung melalui cash generating unit, dan pada tahun kedua yang naik nilainya adalah aset tetap dan aset takberwujud. Hal ini dikarenakan goodwill tidak dipulihkan nilainya, jadi alokasi Rp1000 tidak boleh dibalikkan ke goodwill, tapi dialokasikan ke aset tetap dan aset takberwujud. Tapi, karena aset tetap dan aset takberwujud pada tahun pertama belum turun nilainya, maka tidak boleh dipulihkan (lihat konsep 3, jika sebelumnya belum pernah impair maka kenaikan recoverable amount tidak diakui). Ingat, dari namanya adalah pembalikan (pemulihan) rugi penurunan nilai. Maka sudah jelas ini adalah subsequent event yang harus didahuli dengan penurunan nilai.

Case Closed.

15 thoughts on “Pembalikan Rugi Penurunan Nilai Goodwill Melalui Cash Generating Unit?

  1. Nice post mas, Btw numpang ngelink mas,blh ya..
    Mw nanya ni, bedanya antara impairment ama penurunan nilai akibat revaluasi apa ya? Kok kyk2nya sama aja… Thanx berat ats penjelasannya

    • Impairment itu kata lainnya penurunan nilai. Itu dikenakan baik pada model biaya (cost model) maupun model revaluasi (revaluation model). Bedanya:
      Kalau menggunakan model biaya, impairment langsung dicatat di L/R sebagai rugi penurunan nilai, dan ini menjadi angka yang mempengaruhi nilai tercatat aset (cost aset – akumulasi depresiasi – impairment).
      Kalau menggunakan model revaluasi, jika pengukuran pertama setelah pengukuran awal hasilnya impair, masukkan ke L/R sebagai rugi penurunan nilai. Kemudian jika pada saat pengukuran kedua hasilnya recoverable amount naik, maka kenaikan ini digunakan untuk membalik rugi yang sebelumnya ada di L/R, baru sisanya masukkan ke ekuitas (OCI) dalam pos surplus revaluasi. Kebalikannya, jika pengukuran pertama setelah pengukuran awal hasilnya recoverable amount lebih tinggi daripada nilai tercatat, maka masuk ke OCI surplus revaluasi. Kemudian jika pada saat pengukuran kedua hasilnya impair, maka impair ini digunakan untuk mengurangi surplus revaluasi dalam OCI sampai nol, baru sisanya masuk ke L/R sebagai rugi penurunan nilai.

      Semoga bermanfaat.

      Salam,

      • Lanjutan pertanyaan ni, pengukuran kedua tu setelah tutup tahun, otomatis saldo di L/R yg rugi penurunan nilai kan udh ditutup tu. Membalik rugi sblmnya di L/R tahun ketika terjadi pengukuran kedua gmn? CMIIW…

        • IAS 16 (paragraf ini sama artinya dengan versi PSAK 16, hanya saya ambil IASnya karena kalau nyuplik SAK nggak bisa copas):

          par 39: If an asset’s carrying amount is increased as a result of a revaluation, the increase
          shall be recognised in other comprehensive income and accumulated in equity
          under the heading of revaluation surplus. However, the increase shall be
          recognised in profit or loss to the extent that it reverses a revaluation decrease of
          the same asset previously recognised in profit or loss.

          par 40: If an asset’s carrying amount is decreased as a result of a revaluation, the decrease
          shall be recognised in profit or loss. However, the decrease shall be recognised in
          other comprehensive income to the extent of any credit balance existing in the
          revaluation surplus in respect of that asset. The decrease recognised in other
          comprehensive income reduces the amount accumulated in equity under the
          heading of revaluation surplus.

          Semoga sudah jelas.
          Salam,

      • Ama sekalian deh pertanyaan tambahan, lupa tadi… Untuk pengelompokan cash generating unit itu bs dijelasin lbh detail gak mas? Konkritnya gmn ya? Kok aq baca dlm cth di IAS, CGU itu macem segmen bisnis gt atw apa ya?

        • -____-; Baca dulu PSAK 48nya dong, ada di situ sebetulnya (saya sudah note di artikel kalau ini artikel advance yang harus didasari pemahaman atas SAKnya dulu). Masa saya harus copas standar lagi…
          Anyway, sudah jelas dalam definisi di PSAK itu, CGU itu aset (atau sekelompok aset terkecil) yang dapat menghasilkan cashflow secara independen. Fungsinya apa? Untuk menentukan value in use (nilai pakai) dari aset yang tidak dapat menghasilkan cashflow secara independen. Misalnya ni, auditor kan pada punya laptop. Laptop-laptop itu harus diuji impairment. Uji impairment kan membandingkan nilai tercatat & nilai terpulihkan. Pemulihan nilai aset itu cuma 2 cara, dijual atau dipakai. Kalau dijual penentuan cashflow jelas dari nilai wajar-biaya jual. Kalau dipakai (value in use) kan harus diitung dari proyeksi cash flow selama sisa masa manfaat yang di PVkan menggunakan discounted rate (CAPM/WACC). Nah, balik ke contoh, laptopnya auditor itu generate cash flownya gimana? Padahal untuk ngecek impariment harus membandingkan pemulihan kalau dijual & dipakai. Jawabnya, ya kumpulkan ke kelompok terkecil aset yang bisa generate cash flow. Misalnya, kalau penugasan audit kan biasanya satu unit. Satu unit ngaudit Astra misalnya, kan jelas cashflow dari jasa auditnya. Ya semua aset yang dipake untuk ngaudit astra (menghasilkan cashflow) itu satu CGU.

          Salam,

  2. Hehehehehe… Sbnrnya udh baca IAS nya ama PSAK, tp berhubung bahasanya rada njelimet bwt yg baru menempuh studi kyk saya, plus cth di IAS ama buku WILEY Implementation guide itu cm ngasi cth bus company route, jd agak bingung antara CGU n segmen bisnis/usaha.. Btw thnx berat ats jawabannya mas..

    • Ooo, oke deh… Intinya CGU tu cuma alat alokasi impairment untuk aset2 yang nggak bisa ditentukan value in use (pemulihan dari cashflow yang berasal dari pemakaian) secara individual.

  3. pinter banget mas bro.. sekarang berkecimpung/kerja dibidang apakah? saya auditor aja malu nih ga ngerti apa-apa..

  4. Salam bersemangat,
    tulisan cukup representatif, mohon bertanya bagaimana dampak IFRS terhadap akuntansi dana pensiun ?
    terimkasih
    Semoga bersemangat

    • Salam bersemangat,

      Mohon maaf saya kurang menguasai isu dana pensiun. Silakan kontak kolega saya dalam tautan yang tersedia di weblog ini untuk diskusi lebih lanjut.

      Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s