Konsep Konservatisme (conservatism) dalam IFRS

Beberapa bulan yang lalu, ketika saya mengisi kuliah umum di kampus STIE Kesatuan Bogor, saya mendapat pertanyaan mengenai tidak digunakannya lagi konsep konservatisme dalam IFRS. Pada waktu itu, pertanyaan ini belum dapat saya jawab karena saya sendiri belum mencari tahu lebih lanjut mengenai hal ini. Kemudian, karena rasa ingin tahu yang cukup kuat (dan perasaan bersalah karena tidak dapat menjawab pertanyaan pada waktu itu), saya bertanya pada pakar SAK, Bapak Sriyanto. Menurut beliau, konsep yang digunakan sekarang adalah prudence bukan lagi conservatism. Conservatism itu konsepnya kalau untung mengakuinya hati2, tapi kalo rugi langsung diakui. Namun dalam konsep prudence, atau kehati-hatian, pendapatan atau untung diakui jika memang syarat2nya sudah terpenuhi. Contohnya di PSAK Pendapatan, ada syarat-syarat ketika pendapatan dapat diakui. Ketika syarat-syarat pengakuan pendapatan belum terpenuhi maka pendapatan belum dapat diakui. Tapi saya masih kurang puas dengan jawaban ini.

Nah, beberapa waktu lalu saya menemukan jurnal menarik mengenai conservatism under IFRS. Di sini saya menemukan jawaban atas pertanyaan ‘hilang’nya konsep/prinsip konservatisme (conservatism) dalam IFRS. Jika anda juga ingin tahu jawabannya, silakan baca jurnal yang saya maksud dalam tautan ini.

12 thoughts on “Konsep Konservatisme (conservatism) dalam IFRS

  1. assalamualaikum
    mas handoko saya mau nanya IFRS no berapa yang menyebutkan bahwa prinsip konservatisme sudah ttidak di pakai lg?terimaksh mas di tunggu jawabanya

    • Konsep tersebut sudah tidak disebut lagi dalam IFRS. Pertamanya saya pikir konsep ini dihilangkan, tapi ternyata hanya diganti nama menjadi Pudence. Menurut beberapa pakar SAK, ada perbedaan sedikit. Tapi menurut guru saya, Pak Suwardjono, sebetulnya Prudence ini agar istilahnya berbeda saja dengan US GAAP (anti amerika). Bagaimana menurut anda?

  2. Apakah ada perbedaan yang menjelaskan lebih rinci mengenai konservatisme dan prudence ini? dan apakah alat ukur yang digunakan dalam prudence? mohon bantuannya untuk penyelesaian skripsi say, makasi🙂

  3. berarti konservatisme dan prudence hampir sama atau masih berhubungan? atau didalam prudence itu ada unsur konservatismenya begitu? mohon tanggapannya

    • Meningkat atau menurun itu harus dibuktikan secara empiris. Saya tidak mau mengemukakan opini pribadi untuk hal semacam ini. Jadi harus diteliti, misalnya dengan cara ditanyakan ke akuntan di perusahaan yang menerapkan IFRS. Seberapa konservatif mereka dalam praktik di perusahaan mereka…

  4. mau nanya nih pak, apakah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI menerapkan konsep prudence ini? jika tidak, bagaimana kita mengetahui bahwa perusahaan itu memakai konsep prudence? dan bisakah kita menghitungnya dengan proksi perhitungan prinsip konservatisme?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s