Autorisasi atau Otorisasi?

Permasalahan istilah ini muncul dalam rapat DSAK pada tanggal 1 Juni 2010 yang lalu. Saya (hanya anggota tim teknis – jelas bukan anggota DSAK) menggunakan autorisasi sebagai terjemahan dari authorization. Alasannya, karena saya mengikuti pedoman umum pembentukan istilah (PUPI) yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (dapat diunduh di laman unduh materi) dan pedoman di Wikipedia Bahasa Indonesia.

Dalam kedua pedoman tersebut dikatakan bahwa fonem au diserap utuh. Contohnya, aubade, audisi, audit, auditorium, audio, dan Australia. sedangkan untuk aut dan auto juga diserap utuh. Contohnya, autarki, autopsi, automatik (salah kaprah: otomatis, anomali: otomatik), autonomi (anomali: otonomi), autentikasi (anomali: otentikasi). Selain itu, Bahasa Indonesia dalam PUPI menyarankan untuk menggunakan asas eja daripada asas bunyi. Maka, bila kita ingin mengikuti standar pembentukan istilah, seharusnya kita menggunakan kata autorisasi. Namun, dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang juga dikeluarkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, menggunakan istilah otorisasi (asas bunyi) alih-alih autorisasi (asas eja sesuai dengan aturan). Selain itu, kata otorisasi sudah terlanjur lazim digunakan di Indonesia. Maka dari itu, saya tidak dapat mempertahankan argumentasi saya untuk menggunakan kata autorisasi, dan istilah ‘date when the financial statements are authorization for issue‘ – sebuah titik krusial dalam penentuan peristiwa setelah periode pelaporan – diterjemahkan menjadi tanggal ketika laporan keuangan diotorisasi untuk terbit atau tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit.

Keputusan DSAK untuk menggunakan otorisasi saya rasa benar tapi belum tepat (bahasa jawanya bener ning durung pener), karena istilah ini ada dalam KBBI, artinya otorisasi sudah disepakati secara umum, sedangkan autorisasi bukan istilah berterima umum walaupun mengikuti aturan yang benar.

Dari contoh ini, saya menemukan bahwa kerusakan Bahasa (yang saya duga banyak terjadi pada era orde baru) merupakan contoh bahwa pelanggaran aturan yang dilakukan secara bersama-sama bukanlah suatu hal yang salah dan merupakan hal yang dikemudian hari menjadi sesuatu yang benar.

Melihat generasi sekarang ini, saya jadi ngeri. Apalagi dengan munculnya SMS, Facebook, Twitter, Koprol, dan ALAY!

OWhCyORiSASsY!

One thought on “Autorisasi atau Otorisasi?

  1. perlu perjuangan dan sosialisasi untuk merevisi bahasa yang salah kaprah.
    ALAY gara2 baca artikel ini saya mencari arti kata ALAY..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s